Siklus Air & Banjir

watercyclebahasahigh1

Siklus Air

Banyak orang beranggapan musibah banjir yang menimpa selama ini merupakan bencana musiman, padahal pendapat ini tidak tepat. Sering kita mendengar adanya istilah banjir 3 tahunan atau banjir 5 tahunan atau bahkan seratus tahunan dsb. Secara ilmiah tidak ada istilah tehnis banjir dengan periodisasi ini. Dibawah ini penjelasan sedikit dari salah seorang geolog, Agus Karyanantio Tirto tentang berulangnya banjir ini:

Sebetulnya tidak ada banjir memiliki siklus, tiap tahun kondisi cuaca tidak sama, maka kandungan uap air di awan juga tidak sama, belum faktor yang mempengaruhi kondensasi di awan sangat banyak. Apalagi saat ini cuaca sangat cepat berubah tidak seperti tahun 70-an.

Faktor banjir dipengaruhi oleh :

  1. Besarnya Curah hujan, jika intensitas hujan > 100 mm/hari dengan durasi > 3 jam, pada DAS yang gundul sudah cukup untuk memicu banjir.
  2. Apakah air hujan dibiarkan melimpas di sungai atau sebagian ditampung di Waduk dan sebagian dimasukkan sumur resapan, telaga resapan, jika hal itu tidak ada, jelas memicu banjir.
  3. Manajemen Sungai.

Lalu darimana istilah banjir lima tahunan itu?

banjir-di-kawasan-monas-_dulu

Banjir dimonas tempo doloe

Istilah banjir 5 tahunan sebenarnya berasal dari penerjemahan kata kala ulang/ return period (Tr) dalam ilmu statistika. Di sini banjir dianggap sebagai kejadian acak dalam desain rencana banjir, dan angka 5 didapat dari perhitungan analisa frekuensi banjir setiap tahunnya. Dan akhirnya, istilah banjir 5 tahunan seharusnya diartikan sebagai probabilitas banjir yang mungkin terjadi (atau terlampaui) di setiap tahun.

Pada dasarnya istilah banjir 5 tahunan bukanlah sebuah siklus 5 tahun sekali, tapi merupakan rasio kemungkinan Jakarta untuk mengalami banjir setiap tahunnya yakni sebesar 20%.

Siklus ini hanya dugaan saja sebenarnya banjir bisa terbentuk akibat kurangnya kesiapan menghadapi musim datangnya penghujan misalnya gorong gorong yang mampet, endapan sungai yang tebal, dan masih banyak perilaku masyarakat yang membangu lahan di kawasan hijau dan dataran banjir.

Geologi mempunyai peranan yang baik untuk melihat struktur tanah, relief, serta komposisi daerah untuk menyiapkan peta kebencanaan untuk selanjutnya di tindak lanjuti dengan rekayasa teknik, misalnya adalah pembuatan sumur resapan dengan perhitungan yang cermat ahli geologi terutama hidrogeologi mampu memahami seberapa besar batuan batuan dapat menampung dan mengalirkan air kedalam permukaan secara cepat. Selain itu geologi juga berfungsi untuk melihat kelabilan lereng yang dapat terjadi longsor akibat pergerakan tanah yang diakibat pembebanan sehingga tanah bergerak dan menjadi lunak. Jakarta adalah daerah hilir dengan morfologi yang relatif dataran rendah bergelombang dimana tersusun atas sebagian besar endapan alluvial. sehingga perlu di perhatikan benar benar perencanaan wilayah. Pembuatan danau danau buatan atau semacam situ juga harus di perhatikan untuk meningkatkan keselamatan dan mencegah korban yang lebih besar.

jakartasiklusbanjirtahunan

Siklus banjir Jakarta

Data banjir besar terakhir di Jabodetabek yaitu tahun 1996, 2002 , 2007 dan 2013.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s