Psikologi Sosial: Sebuah Pendekatan

Psikologi sosial adalah suatu ilmu yang mempelajari perilaku individu dalam situasi sosial. Hal ini berkaitan dengan bagaimana individu berinteraksi dengan individu yang lain dan bagaimana kita dipengaruhi oleh situasi sosial.
Ada beberapa pengertian psikologi sosial menurut para tokoh, antaralain :
1.      J.B. Watson (1966)
Psikologi Sosial adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang interaksi manusia.
2.      Roven& Robin (1976)
Psikologi Sosial adalah suatu disiplin ilmu pengetahuan yang mencoba memahami, menjelaskan dan meramalkan bagaimana pikiran, perasaan dan tindakan individu-individu yang dipengaruhi, baik secara langsung oleh pengamatan dan khayalan, maupun secara tak langsung oleh pemikiran-pemikiran, perasaan-perasaan dan tindakan-tindakan oleh orang lain.
3.      Shaver (1977)

Psikologi Sosial adalah ilmu yang mempelajari tentang faktor-faktor personal dan faktor-faktor situasional yang mempengaruhi tingkahlaku sosial seseorang/individu.

Dengan demikian Psikologi Sosial lebih menitikberatkan pada semua kondisi  psikologis inidvidu, dalam hal tersebut berusaha melihat hubungan yang ada antara berbagai kondisi sosial dengan kondisi psikologis individu yang ada di masyarakat. Kondisi sosial disini maksudnya adalah semua aspek yang ada dalam lingkungan sosial yang mempengaruhi individu. Sudah tentu dalam kehidupan sehari-hari individu akan selalu berhubungan dengan orang lain, hal itu disebut dengan interaksi sosial. Dimana interaksi sosial adalah suatu hubungan antar manusia yang menghasilkan suatu proses saling mempengaruhi yang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya memungkinkan pembentukan struktur sosial.
Dalam melakukan pendekatan psikologi sosial dibutuhkan beberapa metode yang berguna untuk  mempelajari perilaku sosial yang terdapat disebuah masyarakat. Adapun metode-metode yang dapat digunakan oleh psikolog sosial antaralain:
1. Observasi  Sistematis
Merupakan satu teknik dasar untuk mempelajari perilaku sosial. Menggunakan cara mengamati secara hati-hati perilaku yang ada. Observasi sistematis lebih menekankan pada segi frekuensi dan interval waktu tertentu, sehingga penelitian ini harus menggunakan pengukuran dengan akurat dan teliti.
Ada dua jenis observasi sistematis, yaitu:
a.Observasi Alamiah (Naturalistic Observation)
Dalam metode ini, peneliti tidak boleh mengubah perilaku orang yang sedang di amati. Maka sebisa mungkin, si observer harus mengusahakan agar orang yang sedang diamati tidak menyadari hal itu. Seperti contohnya adalah, seorang psikolog yang sedang mengamati bagaimana sikap manusia ketika sedang jatuh cinta, psikolog itu akan mengamati perilaku orang-orang saat bertemu kekasihnya, saat bertemu orang orang yang disukainya tanpa sepengetahuan orang-orang tersebut.
b.Metode Survey (Survey Method)
Dalam metode ini, peneliti meminta sejumlah besar partisipan untuk merespon pertanyaan-pertanyaan tentang sikap dan perilaku tertentu. Metode ini bertujuan untuk mengetahui pikiran, pendapat, dan perasaan orang, memahami kebutuhan dan keinginan suatu masyarakat, mengetahui tren dan kepentingan masyarakat. Metode survey memiliki beberapa keuntungan, yaitu informasi bisa didapatkan dengan mudah dari banyak orang, pendapat masyarakat tentang isu tersebut dapat langsung diperoleh dengan cepat. Namun, agar berguna dalam penelitian, metode survey mempunyai beberapa persyaratan seperti, orang-orang yang berpartisipasi harus mewakili populasi yang lebih besar, pertanyaan-pertanyaan yang disusun ke dalam kalimat akan berpengaruh pada hasil yang didapat.
2. Metode Korelasi
Merupakan metode yang menghubungkan minimal dua variabel dalam satu penelitian. Dalam metode ini, peneliti mencoba mencari tau bagaimana hubungan antara variabel satu dengan yang lainnya dengan mengadakan observasi secara hati-hati terhadap setiap variabel lalu melakukan uji statistik untuk menentukan seberapa jauh keterkaitan antar variabel tersebut. Metode ini dapat digunakan dalam berbagai situasi natural dan seringkali sangat efisien (sejumlah informasi dapat diperoleh dalam waktu yang relative singkat). Namun, hal tersebut tidak dapat dijadikan hubungan sebab-akibat yang merupakan kelemahan metode ini.
3. Metode Eksperimen
“Merupakan salah satu prosedur penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui  dampak treatmen terhadap outcome, pada  subjek penelitian (Creswell, 2002)”
Munculnya metode ini diawali dari disangsikannya kebenaran dari renungan-renungan tentang gejala kejiwaan sesorang, sehingga diadakan percobaan-percobaan. Kesulitan-kesulitan yang dialami dalam penelitian eksperimen disebabkan karena tidak semua proses kejiwaan dapat diamati oleh panca indera.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s