Sebuah Telaah Fenomena Sosial

Twitter MarahSebuah Telaah Fenomena  Sosial

Tahukah Anda siapakan nama “Burung Berwarna Biru” yang terdapat pada logo Twitter? selidik punya selidik ternyata burung biru di logo Twitter pun memiliki nama, yaitu “Larry”, Nama “Larry” itu terinspirasi oleh seorang pemain basket Amerika Serikat yang sangat terkenal bernama “Larry Bird”. Biz Stone, salah satu pendiri Twitter, sudah membenarkan bahwa nama Larry the Bird, atau Larry Bird ini memang terinspirasi dari sang atlit. Biz Stone memang lahir di Boston dan merupakan penggemar klub basket Boston Celtics. Twitter secara resmi juga kerap menggunakan nama “Larry” saat menyebut karakter burung biru dalam logonya. Twitter sendiri berpusat di San Bruno, California yang dekat dengan San Francisco yaitu daerah dimana pertama kali situs Twitter ini dibuat. Twitter adalah hasil dari ide briliant yang dicetuskan oleh Jack dorsey pada sebuah diskusi  yang diselenggarakan oleh Podcasting perusahaan Odeo. Jack memiliki suatu ide dimana seseorang dapat membuat status dan mengirim pesan singkat, hingga membentuk sebuah interaksi percakapan antar pengguna. Sekilas sejarah twiiter diatas hanya sekedar pengantar illustrasi sebuah peristiwa terciptanya aplikasi teknologi kaitannya dengan kebutuhan manusia dalam berinteraksi sosial melalui dunia online. Sebagai satu fenomena, twitter kini seperti halnya tempat sampah, tempat siapa saja saling berkomentar, berbagi informasi, dan terkadang juga tempat bersumpah serapah.
Manusia sebagai makhluk sosial tentu tidak mungkin bisa memisahkan hidupnya dengan manusia lain. Sudah bukan rahasia lagi bahwa segala bentuk kebudayaan, tatanan hidup, dan sistem kemasyarakatan terbentuk, karena interaksi dan benturan kepentingan antara satu manusia dengan manusia lainnya. Sejak zaman prasejarah hingga sejarah, manusia telah disibukkan dengan keterciptaan berbagai aturan dan norma dalam kehidupan berkelompok mereka. Dalam kelindan berbagai keterciptaan itulah ilmu pengetahuan terbukti memainkan peranan signifikan.
Yang menjadi ciri manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial adalah adanya suatu bentuk interaksi sosial didalam hubungannya dengan makhluk sosial lainnya. Secara garis besar faktor-faktor personal yang mempengaruhi interaksi manusia terdiri dari tiga hal yakni :
1. Tekanan emosional.
Ini sangat mempengaruhi bagaimana manusia berinteraksi satu sama lain.
2. Harga diri yang rendah.
Ketika kondisi seseorang berada dalam kondisi manusia yang direndahkan maka akan memiliki hasrat yang tinggi untuk berhubungan dengan orang lain karena kondisi tersebut dimana orang yang direndahkan membutuhkan kasih sayang orang lain atau dukungan moral untuk membentuk kondisi seperti semula.
3. Isolasi sosial.
Orang yang terisolasi harus melakukan interaksi dengan orang yang sepaham atau sepemikiran agar terbentuk sebuah interaksi yang harmonis Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Manusia tidak dapat mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri. Sebagai makhluk sosial karena manusia menjalankan peranannya dengan menggunakan simbol untuk mengkomunikasikan pemikiran dan perasaanya. Manusia tidak dapat menyadari individualitas, kecuali melalui medium kehidupan sosial. Manisfestasi manusia sebagai makhluk sosial, nampak pada kenyataan bahwa tidak pernah ada manusia yang mampu menjalani kehidupan ini tanpa bantuan orang lain. Lalu apa kaitannya teks ini membaca fenomena sosial?
Kerawanan Sosial ialah suatu keresahan sosial yang berkepanjangan, yang diakibatkan oleh proses konflik yang ditimbulkan dari perbedaan pendapat suatu masyarakat/kelompok golongan tertentu, dengan pemecahan dan penyelesaian masalah yang tidak memuaskan masyarakat/kelompok golongan tersebut. Ketidakpuasan ini masih dalam eskalasi aman sehingga hanya diperlukan tindakan pencegahan. Ketidakpuasan pemecahan masalah dari yang tidak tepat dicegah akan memicu keresahan, demonstrasi/anarkis ataupun separatisme. Sebagai illustrasi, saat ini masyarakat begitu mudah menumpahkan kemarahannya terutama yang berakhir pada tindakan anarkhis. Lihat saja berita di media (koran dan televisi), bagaimana sekolompok umat beragama menghakimi kelompok lain yang berbeda keyakinannya atas nama tuhan-nya; dicerita lain kelompok pendukung partai mengamuk setelah melihat jagonya kalah dalam pertarungan politik; atau bagaimana polisi ditembak begitu saja dijalanan saat berpakaian dinas; juga cerita anak-anak sekolah tawuran dijalanan dengan merusak bis kota; dan cerita-cerita lainnya.Pada tingkatan terkecil dilingkungan pun kerap terjadi persaingan antar kelompok dalam mencari citra sosial, hanya untuk menunjukkan siapa kelompok terkuat dan berpengaruh. Ada yang bermotif ekonomi, politik, dan sosial budaya juga ideologi. Namun kesemuanya itu hemat pandangan penulis berakar dari masalah budaya.
Thomas Hobbes, seorang filosof sosial terkemuka XVII berpendapat tentang konflik yang bertolak dari keadaan alamiah masyarakat. Thomas Hobbes menyatakan:
“Keadaan alamiah masyarakat manusia senantiasa diliputi oleh rasa takut dan terancam bahaya kematian karena kekerasan.
Kehidupan manusia selalu dalam keadaan menyendiri, miskin, penuh kekotoran dan kekerasan serta jangka waktu kehidupan pendek. Apabila manusia dibiarkan menanggung nasibya sendiri, maka manusia akan menjadi korban keinginan merebut kekuasaan dan keuntungan sehingga manusia dikuasai oleh motif-motif untuk memenuhi kepentingannya sendiri. Dalam menghadapi situasi yang secara potensial mengembangkan hasrat untuk berperang dan adanya konflik, perlu diciptakan suatu organisasi dan ketertiban sosial yang dapat dipelihara dengan baik”.
Keteraturan sosial dan ketidakteraturan sosial sepertinya keadaan dimana masyarakat mengalami kesiapan dan ketidaksiapan menghadapi perubahan budaya dan sosial. Pada titik ini kriteria masyarakat tertutup dan dinamis menjadi sebuah indikator. Dan kebudayaan merupakan kunci semua konflik dalam masyarakat, karena hanya masyarakat berbudaya saja yang dapat mensikapi sebuah pergerakan dan perubahan.
Dari berbagai sumber, setelah menonton film Body of Lies; intrik-intrik kebohongan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s